MAKALAH
PROTOTYPE
MESIN
![]() |
Disusun Oleh :
Mukhammad
Kurdi NIM : 3.21.10.4.15
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2013
ABSTRAK
Pada
tahun 1960-an: Teknik-teknik prototyping pertama cepat menjadi
diakses pada tahun delapan puluhan kemudian dan mereka digunakan untuk
produksi komponen prototipe dan model
Menurut Raymond McLeod, prototype didefinisikan sebagai alat yangmemberikan
ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara system berfungsi
dalam bentuk lengkapnya, dan proses untuk menghasilkan sebuah prototype
sisebut prototyping
Metode
protyping sendiri saat ini merupakan suatu paradigma baru
dalam pengembangan sistem informasi. Hal ini tidak hanya sekedar suatu
evolusi darimetode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi
sekaligusmerupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen.
- Latar Belakang
Pada tahun 1960-an:
Teknik-teknik prototyping pertama cepat menjadi diakses pada tahun delapan
puluhan kemudian dan mereka digunakan untuk produksi komponen prototipe
dan model. Sejarah prototipe cepat dapat ditelusuri sampai akhir tahun
enam puluhan, ketika seorang profesor teknik, Herbert Voelcker,
mempertanyakan dirinyasendiri tentang kemungkinan melakukan hal-hal menarik
dengan alat komputer dikontroldan otomatis
mesin. Alat-alat mesin baru saja mulai muncul di lantai pabrik itu.
Voelcker berusaha mencari jalan di mana alat-alat mesin
otomatis dapat diprogram denganmenggunakan output dari program desain
komputer.Kemudian 1970: Voelcker mengembangkan alat dasar matematika yang
dengan jelas menggambarkan tiga aspek dimensi dan menghasilkan teori-teori
awal teorialgoritma dan matematika untuk pemodelan solid. Teori-teori ini
membentuk dasar program komputer modern yang digunakan untuk
merancang hampir segala hal mekanis,mulai dari mobil mainan terkecil ke gedung
pencakar langit tertinggi. teori Volecker berubah metode perancangan
pada tahun tujuh puluhan, namun, metode lama untuk merancang masih sangat
banyak digunakan. Metode lama terlibat baik alat masinis ataumesin dikendalikan
oleh komputer. Para cowok logam dipotong dan bagian yangdibutuhkan tetap sesuai
kebutuhan. Namun, pada tahun 1987, Carl Deckard, bentuk peneliti dari
University of Texas,datang dengan ide yang revolusioner yang baik. Dia
memelopori manufaktur yang berbasis lapisan, dimana ia memikirkan
membangun lapisan model dengan lapisan. Diadicetak model 3D dengan menggunakan
sinar laser untuk bedak sekering logam dalam prototipe solid, single layer
pada suatu waktu. Deckard mengembangkan ide ini menjadisebuah teknik yang
disebut "Selective Laser Sintering".
B. Tujuan
Dengan dibuatnya makalah Standarisasi Emisi EURO diharapkan memberikan tujuan diantaranya sebagai berikut :
1.
Mampu memberikan informasi
tentang definisi prototype.
2.
Memberikan informasi
mengenai jenis – jenis prototype.
3.
Mampu memberikan informasi
tentang keuggulan dan kelemahan
prototype.
4.
Mampu memberikan informasi
tentang tahapan – tahapan prototype.
5.
Melengkapi tugas mata kuliah prototype mesin.
C. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dapat dijabarkan mengenai pembahasan makalah ini
yaitu sebagai berikut :
1.
Bagaimana definisi prototype?
2.
Apa saja jenis
– jenis prototype?
3.
Apa
saja keuggulan
dan kelemahan prototype.?
4.
Bagaimana tahapan – tahapan prototype?
D. Pembahasan
1. Definisi
Prototype
Prototyping merupakan salah satu metode
pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping
ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan
sistem.Prototyping dapat diartikan sebagai proses yang digunakan untuk membantu
pengembang perangkat lunak dalam membentuk model dari perangkat lunak yang
harus dibuat.
Model tersebut dapat berupa tiga bentuk:
- Bentuk prototype di atas kertas/model berbasis komputer yang menggambarkan interaksi manusia yang mungkin terjadi.
- Working prototype, yang mengimplementasikan sebagian dari fungsi yang ditawarkan perangkat lunak.
- Program jadi yang melakukan sebagian atau seluruh fungsi yang akan dilakukan, tapi masih ada fitur yang masih dikembangkan.
Sering terjadi seorang pelanggan hanya
mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara
detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang
dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi
algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia
dan komputer. Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang ,
maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga
pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan
tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui
proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan
sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik
adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan
dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan
kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat
lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah
ditentukan.
Prototyping merupakan Javascript Framework yang
dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web.
Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem
informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem
informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam
pengembangan sistem informasi manajemen.
Karakteristik metode
prototyping meliputi langkah-langkah :
1. Pemilahan
fungsi
2. Penyusunan Sistem Informasi
3. Evaluasi
4. Penggunaan Selanjutnya
2. Penyusunan Sistem Informasi
3. Evaluasi
4. Penggunaan Selanjutnya
2. Jenis –jenis Prototype
Ada dua jenis prototype antara lain:
1.
Jenis I : Suatu Sistem yang
akan menjadi sistem operasional
2. Jenis II : Suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai
cetak biru bagi sistem operasional.
a. Jenis-jenis prototyping meliputi:
1.
Feasibility prototyping
Feasibility
prototyping – digunakan untuk menguji
kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan
disusun.
2.
Requirement prototyping
Requirement
prototyping – digunakan untuk mengetahui kebutuhan
aktivitas bisnis user.
3.
Desain Prototyping
Desain Prototyping - digunakan untuk mendorong
perancangan system informasi yang akan digunakan.
4.
Implementation prototyping
Implementation
prototyping – merupakan lanjytan dari rancangan
protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang
akan digunakan
b. Teknik-teknik prototyping meliputi:
1.
Perancangan Model
2.
Perancangan Dialog
3.
Simulasi
3. Keunggulan dan Kelemahan Prototype:
a. Keunggulan Prototype
1.
Adanya komunikasi yang
baik antara pengembang dan pelanggan
2.
Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam
menentukan kebutuhan pelanggan
3.
Pelanggan berperan
aktif dalam pengembangan system
4.
Lebih menghemat waktu
dalam pengembangan system
5.
Penerapan menjadi lebih
mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
b. Kelemahan Prototype
1.
Pelanggan
kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum
mencantumkan kualitas perangkat
lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk
jangja waktu lama.
2. penegmbang biasanya ingin cepat menyelesaikan
proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana
untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut
bahwa program tersebut hanya
merupakan cetak biru sistem .
3. Hubungan
pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik
perancangan yang baik
v
Prototyping
bekerja dengan baik pada penerapan-penerapan yang berciri sebagai berikut:
1. Resiko tinggi Yaitu untuk maslaha-masalah yang
tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar dari waktu ke waktu,
dan adanya persyaratan data yang tidak menentu.
2. Interaksi pemakai penting. Sistem harus
menyediakan dialog on-line antara pelanggan dan komputer.
3. Perlunya penyelesaian yang cepat.
4. Perilaku pemakai yang sulit ditebak.
5. Sitem yang inovatif. Sistem tersebut membutuhkan
cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat keras yang mutakhir.
6. Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek.
4. Tahapan – tahapan prototype
Tahapan-tahapan
dalam Prototyping adalah sebagai berikut
1.
Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan
dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak,
mengidentifikasikan semua kebutuhan,
dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2.
Membangun prototyping
Membangun
prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian
kepada pelanggan (misalnya
dengan membuat input dan format output).
3.
Evaluasi protoptyping
Evaluasi
ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah
sesuai dengan keinginan pelanggan.
Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi
dengan mengulangi langkah 1,
2 , dan 3
4.
Mengkodekan system
Dalam
tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa
pemrograman yang sesuai.
5.
Menguji system
Setelah
sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu
sebelum digunakan. Pengujian ini
dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur
dan lain-lain.
6.
Evaluasi Sistem.
Pelanggan
mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan
. Juka ya, langkah 7 dilakukan;
jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
7.
Menggunakan system
Perangkat
lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
- Kesimpulan
Dari keseluruhan isi makalah “Prototype Mesin”, maka dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya :
1. Prototyping merupakan salah satu metode
pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan.
2. Jenis-jenis
prototyping meliputi:
a.
Feasibility prototyping
b.
Requirement prototyping
c.
Desain Prototyping
d.
Implementation prototyping
3. Tahapan – tahapan prototype antara lain :
a.
Pengumpulan kebutuhan
b.
Membangun prototyping
c. Evaluasi protoptyping
d.
Mengkodekan system
e.
Menguji system
f. Evaluasi Sistem
g. Menggunakan system
- Referensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar